Login to your account

Username
Password *
Remember Me

PKSA

Error
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 779

Pelatihan Pekerjaan Sosial

Rate this item
(125 votes)
Written by  | Published in: Reportase PKSA

Bebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kualitas satuan bakhti pekerja sosial, dalam mengakomodasi berbagai isu permasalahan anak yang muncul di masyarakat, khususnya di lingkungan wilayah jawa timur, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Dasar-dasar Pekerjaan Sosial. Pelatihan ini diikuti oleh 47 peserta, 37 diantaranya terdiri sakti peksos yang datang dari berbagai pelosok kabupaten  di Provinsi Jawa Timur dan 10 dari pegawai UPT dilingkungan Dinas Sosial PRovinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sakti peksos dalam penanganan masalah - masalah sosial melalui pendekatan-pendekatan pekerjaan sosial. Pelatihan diselenggarakan selama sepekan, mulai dari tanggal 22 s/d 26 April 2013, di UPT Pengembangan Tenaga Kesejahteraan Sosial Malang. 

Eksistensi pekerja sosial yang ada saat ini sangat perlu untuk terus mengembangkan diri, mengasah kemapuan dan ketrampilannya dalam penanganan masalah sosial di lapangan. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Kabid YANRESOS, Bapak Budi Yuwono, SH., MM, dalam pembukaan pelatihan, "Kompetensi pekerjaan sosial dasar yang harus dimiliki oleh semua pekerja sosial profesional antara lain : Keterampilan Komunikasi, Keterampilan menjalin dan mengendalikan relasi, Keterampilan intervensi, Keterampilan administrasi dan manajemen pelayanan". 

Dalam kesemapatan ini dihadirkan berbagai nara sumber yang mengisi materi - materi selama pelatihan. Diantaranya adalah tim dari widyaiswara UPT PTKS Malang, para praktisi dan dari lembaga pelayan masyarakat, yakni HMC (Hayunanto Medical Center) dan Polresta Malang. Materi yang disampaikan lebih pada penanganan terhadap permasalahan-permasalahan anak, seperti Penanganan Anak Yang Berhadapan dengan Hukum sebagai pemateri adalah Bapak Priyono Adi Nugroho, M.Si dari LPA Jatim, Isu-Isu Permasalahan Anak dan Keterampilan Menangani Anak Berkebutuhan Khusus, Administrasi Kasus, Terapi Perubahan Perilaku.

Metode yang digunakan dengan pendekatan andragogi, dimana peserta diberi kebebasan secara aktif didalam kelas, untuk mengeklporasi berbagai informasi dan pengalaman yang pernah dikerjakan selama dilapangan. Hal ini menjadi warna tersendiri, sehingga suasana lebih terlihat gayeng dan hidup.

Selain pemberian materi didalam kelas, pada hari ke-4 peserta pelatihan diberi kesempatan untuk praktik belajar lapangan (PBL) dengan mengunjungi 2 lembaga, yang sebelumnya 47 peserta dibaga dalam 2 kelompok. Kelompok 1 Di HMC (Hayunanto Medical Center), tempat ini sebagai pusat terapi mental dan narkoba, yang model bangunan dan ruang-ruang pelayanan didesain layaknya hotel berbintang. Lokasi kelompok dua di Polresta Malang, disini perserta diberi kesempatan untuk melihat langsung ruang Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

Hayunanto medical center

Polresta MAlang

Di Hari terakhir seluruh peserta diarahkan untuk menyusun rencana tindak lanjut (RTL) pasca pelatihan ini. RTL tersbut sebagai acuan yang harus dikerjakan para perserta di lembaga penempatan bertugas. Untuk mengevaluasi sejauh mana RTL tersebut dilaksanakan, Dinas Sosial Prov. Jatim akan melakukan Monev di masing-masing lembaga para peserta pelatihan di tempatkan. Kegiatan Pelatihan Dasar-dasar Pekerjaan Sosial di tutup langsung oleh Kepala UPT PTKS Malang, Bapak Drs. Taufiq Hasyim, M.Si. (Agus)

 

 

 

 

Read 7835 times
Last modified on Thursday, 16 May 2013 17:59

Facebook LikeBox

Chat Tepsa